Kamis, 19 Oktober 2017

Membuat post baru

MENGAJARKAN DISIPLIN PADA ANAK

Septi Peni Wulandani


Judul di atas SALAH, karena disiplin itu TIDAK BISA DIAJARKAN, disiplin hanya bisa DITULARKAN.

Seringkali kita sebagai orangtua selalu ada hasrat yang kuat agar anak kita disiplin. Sehingga kita ingin mencari tahu bagaimana cara mendisiplinkan anak. Karena disiplin itu tidak diajarkan melainkan ditularkan pertanyaannya adalah:

SEBERAPA DISIPLINKAH KITA SEBAGAI ORANGTUA YANG AKAN DICONTOH ANAK-ANAK?

Pertanyaan di atas sangat mendasar. Kalau kita termasuk orangtua yang belum disiplin, maka berniatlah untuk belajar disiplin bersama dengan anak-anak. Anggap saja anak kita adalah teman satu kelas untuk materi disiplin ini :)

Tetapi kalau menurut penilaian diri kita, disiplin itu sudah menjadi value diri kita sejak dulu, maka seringlah kita berinteraksi dengan anak-anak, jangan anda pasrahkan pada orang lain yang tidak memiliki value disiplin yang sama dengan kita. Sehingga kita nanti tidak akan bertanya-tanya,

"ibu dan bapak ini adalah orang yang disiplin, mengapa kamu tidak?"

pertanyaan lanjutannya adalah untuk kita sendiri :

"Kemana saja kita selama ini?, sampai anak-anak tidak sempat tertular kedisiplinan kita?

"TENTUKAN VALUE KITA DAN KELUARGA

langkah awal untuk menularkan disiplin adalah, "tepat waktu" harus menjadi bagian value hidup keluarga, "memiliki perencanaan aktivitas dengan baik" merupakan cemilan sehari-hari di keluarga. Dan tentukan value-value yang lain, yang memang mengarah kedisiplinan keluarga.  Value ini harus menjadi value "keluarga gue banget"

JALANKAN VALUE KELUARGA SELAMA 90 HARI PERTAMA

Menurut para ahli, habit itu akan terbentuk selama 90 hari berturut-turut. Dan itu yang kami kerjakan selama ini di keluarga. ternyata berefek besar. Buatlah kesepakatan bersama, bahwa selama 90 hari ini, kita sekeluarga akan belajar "tepat waktu" (sebagai salah satu value disiplin). Setelah buat kesepakatan, tentukan konsekuensi keluarga. Konsekuensi disini berarti, kalau ingin belajar tepat waktu, maka kita harus memiliki jadwal kegiatan yang jelas. Maka aktivitas berikutnya belajar memanage kegiatan.

BERIKAN APRESIASI, BUKAN EVALUASI

Berilah apresiasi anak selama belajar disiplin ini secara periodik. Hargai setiap kesuksesan kecil anak dan diri kita saat berusaha sungguh - sungguh untuk disiplin. Jangan pernah dievaluasi, disaat tahap pembiasaan 90 hari pertama ini. Setelah memasuki 90 hari kedua, baru kita adakan "false celebration", anak-anak belajar mengungkapkan kesalahannya akibat dari ketidakdisiplinan, dan mereka belajar apa dari kesalahannya.

It's OK to make MISTAKES as long as I LEARN from my mistakes.













Tidak ada komentar:

Posting Komentar